SHARE BERBAGAI KISAH KEHIDUPAN ,PUISI,TIPS PENGEMBANGAN DIRI

Minggu, 08 Februari 2015

AKU DAN DENTAL CAIR

Naik, lebih naik lagi
turun, lebih turun lagi
lebih rendah
lebih rebah
penyangga kepala naik turun

jari jemariku menari pada dental chair
satu bulatan logam pembuang ludah, bertengger secangkir air bercampur betadine merah darah
lampu kugeser hampir mendekati wajah
Kuhujam meja dengan seonggok mikromotor dan belalainya
senyum pasien membayang saat sonde dan kaca mulut mulai kujelajah.
"Dental chair, maafkan aku bila aku terlalu banyak pinta, sebab aku tak ingin ada senyum nelangsa di balik kacamulut dan pinset yang ada didepan kacamata"
"tidak nak, baju putihmu adalah warna zikirku setiap detik kau tempelkan jarimu pada tombolku"

Naik,turun,rebah,semakin turun
berputar bor pada contra angle dengan teratur
yang tertancap pada mikromotor di dental chair yang tak pernah tidur, hingga matahari panas membuatku terpekur
"azan itu! dental chair! azan dzuhur! jika aku tinggalkan engkau sejenak, akankah engkau tidur?"
"tidak nak,sebab saat bersahabat denganku maka zikirku pada Allah tidak pernah luntur pada suatu irama yang begitu teratur."
"Seperti kau, aku adalah dental chair Allah yang Maha Putih, betulkah itu?"
"Allah menyayangimu nak,jangan pernah tidur saat Dia memanggil dan membelai"
Naik,turun,rebah, semakin rebah, aku pun berputar pada poros bumi hingga senja kala
Allah mengaturku dari arsyi-Nya, dengan kasih Maha Putih dan rahasia-Nya

AKU DAN DENTAL CAIR Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ryudistira

0 komentar:

Posting Komentar