Dengan sayap do’a dibahuku yang tersusun
Dari helai-helai cinta pada seribu Aminah kecil di Palestina
Darah mengalir diatas kepalanya basah jilbab merah nyala
Sayup takbir lirih sang ayah bunda mecah cakrawala jingga
Nestapa duka Umar kecil sang kakanda nanar tatap wajah Aminah
Dengan sayap do’a dibahuku yang kususun
dari bulu-bulu rindu selembut salju akan anggunnya Shabra,
cantiknya Satilla, gagahnya Gaza dan sejuknya Ramalah
saat mesiu melintas tepas sepoinya angin lambaian
saat asap hitam memanas diujung sepatu lars kokang senapan
"Allah, karena malam adalah tahajud semesta, maka akankah
Kau bersamaku mengepak sayapku jauh menembus batas waktu?
Saat embun jatuh pada sebatang pohonjambu didepan jendela itu ataukah
Saat rembulan bertahta pada lukisan malam yang naik ke peraduan?"
" Kau yakin kau bisa terbang, maka kau akan terbang karena Aku
mengalir disetiap denyut nadi hentak jantungmu.
Ketika tetes embun atau sinar bulan jatuh sayapmu tidak akan pernah rapuh"
Dengan sayap do’a dibahuku, aku yakin bisa terbangkan aku
Lintasi damai kalbu di Palestina pada rinduku
Karena Allah pada kelam malam tak pernah lenyap
Karena Allah pada jiwa tasbih tak pernah senyap

0 komentar:
Posting Komentar