Setelah berjuta kertas kuwarnai dengan tinta yang berputar ditubuh printerku
sementara seorang gadis kecil surfing didepan keyboardku seorang pemuda chatting menghabiskan waktu seorang gadis tumpahkan airmata baca sajak dilayarku Setelah ku tampilkan semua situs yang mengalir di otakku sementara angin menari-nari mengajakku berlagu seorang pemabuk bersumpah serapah pada kalah judinya dimonitorku seorang pencinta berlagak lagu pamerkan rayuannya dimonitorku :setelah itu semua nelangsa cengkeram jiwa Allah, ini aku ingin mendengar hujan bernyanyi Allah, ini aku akan menatap mata hati Allah, ini aku bicara dalam sendiri :akhirnya diam itu mengetuk-ngetuk keyboardku sambil berkata bahwa dia mengajakku istirah pada-Mu bersama komputer-komputer yang telah lebih dahulu disapa diam itu. |
Minggu, 08 Februari 2015
PEJUANG JIWA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar